Kabar Mojokerto - Kondisi jalur alternatif penghubung Kabupaten Mojokerto dan Sidoarjo, tepatnya antara Dusun Gambiran, Desa Kwatu, Mojoanyar, dan Desa Leminggir, Kecamatan Mojosari, Mojokerto, semakin memprihatinkan.
Sepanjang lebih dari satu kilometer, jalan tersebut mengalami kerusakan parah dengan banyaknya lubang dan serpihan batu yang berserakan, mengancam keselamatan pengendara yang melintas.
Berdasarkan pantauan Kabarmojokerto.id pada Selasa (19/11/2024), kerusakan jalan yang sangat terlihat ini tak hanya meresahkan warga sekitar, tetapi juga para pengguna jalan yang terpaksa melintasi jalur ini setiap hari. Jalan tersebut menjadi salah satu alternatif vital bagi para buruh pabrik asal Mojokerto yang bekerja di kawasan Sidoarjo dan Surabaya.
Baca Juga: Sampah di Sungai Mojokerto Tetap Melimpah, Meski Rutin Pembersihan
Bahayanya Kondisi Jalan yang Rusak
Salah satu masalah utama yang dihadapi pengendara adalah banyaknya lubang besar yang memenuhi jalan. Hal ini membuat para pengendara motor dan mobil harus berjalan pelan dan bergantian melewati lubang-lubang yang menganga. Kecepatan kendaraan pun tidak bisa lebih dari 40 hingga 50 km/jam karena harus berhati-hati menghindari kerusakan.
Tidak hanya itu, kondisi jalan semakin parah ketika hujan turun. Genangan air di dalam lubang-lubang jalan menjadi lebih sulit dilihat, sementara batu-batu yang terlepas akibat kikisan aspal berhamburan di mana-mana. Bahkan, beberapa pengendara mengalami kejadian tidak menyenangkan, seperti tertimpa batu yang memantul, berpotensi menyebabkan kecelakaan.
Kambali, seorang pengendara yang melintas setiap hari, mengungkapkan kekhawatirannya terhadap jalan ini. Menurutnya, jalan ini rawan kecelakaan, terutama pada jam sibuk seperti pagi dan sore hari, ketika volume kendaraan yang melintas cukup tinggi.
"Kalau pagi dan sore, banyak yang lewat sini. Memang banyak orang pabrik yang lewat jalan ini. Kalau lagi ramai, jalan ini sangat berbahaya karena lubangnya banyak sekali," ujar Kambali.
Baca Juga: Jalan Desa Gayaman Mojokerto Rusak Parah, Perbaikan Jadi Kunci Akses Petani
Kurangnya Penerangan Jalan Menambah Kekhawatiran
Masalah lain yang tidak kalah penting adalah minimnya penerangan jalan, terutama pada malam hari. Banyak lampu jalan yang tidak berfungsi, sehingga jalan menjadi gelap gulita. Hal ini membuat pengendara merasa tidak aman, terutama bagi mereka yang bekerja dengan jadwal shift malam.
"Gelap sekali kalau malam, banyak lampu yang tidak menyala. Kalau harus pulang malam, saya jadi ragu lewat sini. Kalau ada teman, baru saya berani," tambah Kambali.
Baca Juga: Jalan Berlubang Akibat Kebocoran Pipa PDAM di Trowulan Mojokerto, Sebabkan Puluhan Kecelakaan
Harapan Agar Pemerintah Segera Bertindak